sekarang para bros tidak berserakan, tidak tertumpuk-tumpuk dan berdesakan di dalam kotak. Dan para ladies yang punya banyak bros tidak akan bingung lagi mau pakai bros yang mana yang sesuai dengan busana, dan yang terpenting adalah tidak bakalan lupa dengan koleksi bros yang lama karena langsung kelihatan nempel di gun rose.. yaa kaaan :)
19.8.13
Gun Rose (sold)
sekarang para bros tidak berserakan, tidak tertumpuk-tumpuk dan berdesakan di dalam kotak. Dan para ladies yang punya banyak bros tidak akan bingung lagi mau pakai bros yang mana yang sesuai dengan busana, dan yang terpenting adalah tidak bakalan lupa dengan koleksi bros yang lama karena langsung kelihatan nempel di gun rose.. yaa kaaan :)
25.2.13
purple clutch
6.3.12
tutorial : merapikan bisban-bias tape

siapkan sisa/bekas gulungan benang. aku sengaja menyimpan sisa-sisa gulungan benang jahit ini, karena ku yakin suatu hari nanti pasti berguna, seperti saat ini nih, gulungan benang jahit ini bisa digunakan untuk menggulung bisban. beberapa daftar barang bekas yang sangat sayang ku buang, ada disini, siapa tahu nanti ada ide-ide berguna menggunakan barang-barang bekas tersebut. berikut tutorial sederhananya:

23.1.12
kotak-kotak benang dari kotak bekas

ini dia kotak benang versiku, tak serapi punya mba pimpi, cuma bagian luar yang diberi lapisan kain, dalamnya tidak... males..xixi.
karena kotaknya besar, aku menggabungkan beberapa warna benang yang menurutku senada.. seirama bersemi dalam kalbu.... loh kok jadi nyanyi..
eh.. apollo coklatnya masih ada tiga bungkus.. siapa yang mau???... siapa cepat dia dapat ^o^

perhatikan benang-benangku yang ku satukan dengan spullnya, agar tidak repot ketika mencarinya. tutorial sederhananya ada di sini ya.
5.5.11
11.4.11
tutorial : pembuka minuman kaleng sebagai pengganti "ring D"

pertama-tama siapkan dulu bahannya :

1. kain perca 3 macam (bagian depan, belakang dan untuk gantungan)
2. dakron (atau bahan pengisi yang lain)
3. benang jahit
4. pembuka minuman kaleng
5. gantungan kunci

1. beri tanda bagian yang akan dijahit.

2. lipat menjadi 3 bagian, kain yang digunakan untuk menyatukan pembuka kaleng dengan gantungannya.

3. masukkan kain yang telah lipat menjadi 3 tadi ke dalam lubang pembuka kaleng.

4. posisikan secara berurutan : paling bawah adalah kain bagian belakang, kemudian pembuka kaleng dan terakhir adalah bagian depan kain dengan bagian baik kain saling berhadapan dan menghadap ke dalam.
tips : perhatikan meletakkan gantungan pembuka kalengnya, jangan sampai terbalik ya antara bagian yang rata dan bagian yang berongga

5. jahit dan sisakan sedikit lubang untuk membalik kain dan memasukkan bahan pengisi.

6. sebelum dibalik, rapikan pinggiran kain (kampuhnya), gunting/potong/cacah kecil-kecil agar bentuknya setelah dibalik menjadi bagus. kemudian balik kain sehingga bagian kain yang buruk berada di dalam. isi dengan dakron dan terakhir jahit bagian yang berlubang
tips : untuk memudahkan membalik kain, dahulukan melewatkan pembuka kaleng pada lubang yang terbuka

7. terakhir pasang gantungan kuncinya dan selesailah gantungan kunci kita
tips : gunakan 2 buah tang untuk memasang gantungan kunci ini (tang digunakan untuk merenggangkan rantai pada gantungan kunci, sehingga pembuka kaleng bisa dimasukkan)


gantungan kunci dengan gambar gadis yang membawa boneka sambil makan permen dan seorang gadis lagi yang sedang memakai payung
9.4.11
gantungan kunci kain perca
28.11.10
barang bekas
{I love this quote. Excerpts from Venetia's diary, which I sometimes watch the NHK world. Basically I do not like direct throw stuff around me, because I thought, surely someday, this stuff would be useful. My mother called me a rat who likes to "nyusuh" collecting things that are not essential to the nest}
Berikut barang-barang yang sayang untuk ku buang :
1. Kawat pembungkus detergen. Untuk kawat ini aku sudah memanfaatkannya untuk merapikan benang dan spull ku. Lihat di sini
2. Kaleng susu bayi. Aku mengumpulkan dari punya keponakanku sendiri dan dari temanku.
3. Viselin atau pelapis/pengeras kain dengan perekat.
4. Kain perca dan potongan kain sisa obras.
5. Sendok detergent.
6. Sendok susu bayi.
7. Gelas/mangkuk es krim.
8. Kertas pola. Selama kursus menjahit aku menggunakan kertas sampul buku berwarna coklat. Sisanya pun tidak ku buang, dan benar, aku bisa menggunakannya lagi untuk melapisi rak dan meja kayu yang di buat dari kayu bekas packingan pula. Lihat di sini.
9. Undangan.
10. Gulungan benang.
11. Gulungan pita. Aku bisa membuat bross dari gulungan pita ini. Lihat di sini
Here are the things i don't waste:
1. Wire wrapping detergents. For this wire I've used it to tidy up my yarn and spull. See here
2. Cans of baby milk. I have gathered from my nephew and of my friends.
3. fusible interfacing.
4. fabric scrap and fabric remnants from overedging sewing machine.
5. Detergent spoon.
6. Baby milk spoon
7. ice cream cup
8. Paper patterns. During the sewing course I use a brown paper book cover. i didn't throw the rest of the paper and trust me, I could use it again to coat racks and wooden table made from unused wood packingan too. See here.
9. Invitation card
10. Bobbin Thread
11. Roll of ribbon. I can make Brooch from unused ribbon rolls. See here
Tunggu kreasiku dengan barang-barang bekas ini segera setelah aku menemukan idenya ;)
{just wait my creation with this used goods as soon as i figure out the ideas ;)}
:: REduce REuse REcycle Lover ::
22.11.10
24.10.10
Benang dan spull
Ini bukan promosi loh, sekali lagi lagi bukan promosi. Aku cuma ingin memanfaatkan sesuatu yang rasanya “dibuang sayang”. Sudah cukup lama dikumpulin tapi baru sekarang menemukan ide untuk memakainya.Di rumah aku menggunakan detergen bubuk yang kemasannya terbuat dari plastik dimana di bagian depan plastic tersebut ada 2 buah kawat, di kanan dan di kiri, yang fungsinya adalah untuk memudahkan kita dalam melipat kemasan detergen bubuk tersebut.


Aku suka sekali menjahit (tentu saja..hihi). Benang dan spull adalah salah satu yang terpenting dalam menjahit. Benang dan spull ku tidak cuma satu (tentu saja..hihi), keduanya ada banyak dan berantakan tidak teratur.

Jadi ku menggunakan kawat-kawat tersebut untuk menggabungkan benang dan spull dengan warna yang sama dengan tujuan untuk memudahkan pencarian kalau diperlukan dan ternyata cukup membantuku ;)
Ketika disimpan semuanya (benang dan spull yang sudah diberi kawat) ketika akan mengambil/menariknya dari tempat penyimpanan benang, mungkin harus sedikit berhati-hati, karena kadang-kadang kawatnya akan tersangkut ke benang di sekitarnya. Untuk mengatasinya adalah jangan terlalu rapat meletakkan benang yang satu dengan benang yang lain, beri kelonggaran sedikit.
































