Showing posts with label reduce-reuse-recycle. Show all posts
Showing posts with label reduce-reuse-recycle. Show all posts

19.8.13

Gun Rose (sold)

*baca: ganros = gantungan bros

hari pertama kerja setelah liburan panjang, membuat gantungan bross sebagai pemanasan. Ganros terbuat dari perca-perca kain dan untuk gantungannya dipakai pembuka minuman kaleng yang dikumpulin selama lebaran kemaren. dengan satu kantong untuk menyimpan sisir, gunting, atau jepitan rambut dan lain-lain

 gantungannya dari bukaan tutup minuman kaleng.

asyik.. masih ada lima tutup lagi yang bisa dikoleksi.. hihi.. soalnya kalengnya belum dibuka ;)

 ternyata tidak mudah membuat patchwork atau menjahit perca-perca ini, membutuhkan banyak waktu dan biaya

 
 penampakan setelah para bros dikumpulkan di gun rose dan penampakan gun rose sblm dikerumuni para bros.

 duh modelnya... wajahnya keliatan separo aja.. ;D
 
(ukuran 15 x 50 cm, tinggi kantong 10 cm)
sekarang para bros tidak berserakan, tidak tertumpuk-tumpuk dan berdesakan di dalam kotak. Dan para ladies yang punya banyak bros tidak akan bingung lagi mau pakai bros yang mana yang sesuai dengan busana, dan yang terpenting adalah tidak bakalan lupa dengan koleksi bros yang lama karena langsung kelihatan nempel di gun rose.. yaa kaaan :)


25.2.13

purple clutch

 


 

sisa kain brokat untuk bikin baju nikahan, ku buat menjadi clutch, biar matcing dengan bajunya ya. oh iya, tali panjang clutch yang semula menggunakan rantai, aku ganti dengan kain, karena isi clutchku lumayan berat, jadi biar lebih kuat ku ganti rantainya.


pen for wedding guest book




pulpen ini dihias dengan menggunakan kain brokat sisa bikin baju



6.3.12

tutorial : merapikan bisban-bias tape

--reduce reuse recycle things--


punya banyak bisban dan berantakan di dalam laci atau tempat penyimpanan anda? bisban bila tidak dirapikan atau dibiarkan saja seperti gambar di atas, bisban akan terbuka lipatannya dan kalau hendak digunakan harus kita setrika lagi.

siapkan sisa/bekas gulungan benang. aku sengaja menyimpan sisa-sisa gulungan benang jahit ini, karena ku yakin suatu hari nanti pasti berguna, seperti saat ini nih, gulungan benang jahit ini bisa digunakan untuk menggulung bisban. beberapa daftar barang bekas yang sangat sayang ku buang, ada disini, siapa tahu nanti ada ide-ide berguna menggunakan barang-barang bekas tersebut. berikut tutorial sederhananya:



kemudian aku masukkan gulungan bisban-bisban yang sudah rapi kedalam wadah bekas tempat ice cream

masukkan ke dalam laci dan...taraaaa.. cukup rapi...kan ;D



23.1.12

kotak-kotak benang dari kotak bekas

--kotak serbaguna--


terinspirasi dari mba pimpi, sawo kecik, dari blognya the ordinary day, aku membuat kotak-kotak benang dari kotak bekas apollo, makanan kesukaan suamiku. sengaja tidak ku buang kotaknya, karena suatu hari nanti pasti berguna. tidak sampai sebulan menyimpan kotak-kotak itu, aku menemukan postingannya mba pimpi, yang me-reuse kotak susu untuk tempat benang.



ini dia kotak benang versiku, tak serapi punya mba pimpi, cuma bagian luar yang diberi lapisan kain, dalamnya tidak... males..xixi.
karena kotaknya besar, aku menggabungkan beberapa warna benang yang menurutku senada.. seirama bersemi dalam kalbu.... loh kok jadi nyanyi..
eh.. apollo coklatnya masih ada tiga bungkus.. siapa yang mau???... siapa cepat dia dapat ^o^



perhatikan benang-benangku yang ku satukan dengan spullnya, agar tidak repot ketika mencarinya. tutorial sederhananya ada di sini ya.



5.5.11

tahukah anda?

{do you know?}










nah.. sekarang sudah tau kan.. ^^ sekarang, yuk mariii kita ikut perduli


*foto-foto di atas merupakan standing banner yang ada di ruang tunggu klinik RS Islam Samarinda.



11.4.11

tutorial : pembuka minuman kaleng sebagai pengganti "ring D"

{reuse a baverage can opener as ring D}




suka minum minuman kaleng? setelah isinya habis, biasanya kalengnya langsung dibuang kan. sebenarnya sayang loh kl langsung dibuang. kalau kita mau sedikit repot, kita bisa mulai mengumpukan kaleng-kaleng tersebut, kalau sudah terkumpul banyak bisa dijual ke pengumpul barang-barang bekas atau kita berikan saja pada pemulung yg lewat depan rumah, hitung-hitung membantu orang lain, kan bisa menambah penghasilan mereka, walupun cuma sedikit.



sebelum kaleng-kaleng itu kita jual ke pengumpul atau kita berikan ke pemulung, sebaiknya ambil dulu pembuka kalengnya, karena pembuka kaleng ini ternyata bisa kita manfaatkan sebagai pengganti ring D, yang biasanya kita pakai untuk membuat gantungan kunci atau dompet kecil.

pertama-tama siapkan dulu bahannya :



1. kain perca 3 macam (bagian depan, belakang dan untuk gantungan)
2. dakron (atau bahan pengisi yang lain)
3. benang jahit
4. pembuka minuman kaleng
5. gantungan kunci

cara pembuatan :



1. beri tanda bagian yang akan dijahit.



2. lipat menjadi 3 bagian, kain yang digunakan untuk menyatukan pembuka kaleng dengan gantungannya.



3. masukkan kain yang telah lipat menjadi 3 tadi ke dalam lubang pembuka kaleng.



4. posisikan secara berurutan : paling bawah adalah kain bagian belakang, kemudian pembuka kaleng dan terakhir adalah bagian depan kain dengan bagian baik kain saling berhadapan dan menghadap ke dalam.

tips : perhatikan meletakkan gantungan pembuka kalengnya, jangan sampai terbalik ya antara bagian yang rata dan bagian yang berongga



5. jahit dan sisakan sedikit lubang untuk membalik kain dan memasukkan bahan pengisi.



6. sebelum dibalik, rapikan pinggiran kain (kampuhnya), gunting/potong/cacah kecil-kecil agar bentuknya setelah dibalik menjadi bagus. kemudian balik kain sehingga bagian kain yang buruk berada di dalam. isi dengan dakron dan terakhir jahit bagian yang berlubang

tips : untuk memudahkan membalik kain, dahulukan melewatkan pembuka kaleng pada lubang yang terbuka



7. terakhir pasang gantungan kuncinya dan selesailah gantungan kunci kita

tips : gunakan 2 buah tang untuk memasang gantungan kunci ini (tang digunakan untuk merenggangkan rantai pada gantungan kunci, sehingga pembuka kaleng bisa dimasukkan)



gantungan kunci dengan gambar gadis yang membawa boneka sambil makan permen dan seorang gadis lagi yang sedang memakai payung




9.4.11

gantungan kunci kain perca

{keychain from fabric scrap}






terbuat dari kain perca (kain sisa) , menggunakan dakron sebagai bahan pengisi.



28.11.10

barang bekas

{(used goods) waste not want not}


Aku suka kutipan ini. Kutipan dari venetia's diary, yang kadang-kadang ku tonton di NHK world. Pada dasarnya aku memang tidak suka langsung membuang barang-barang di sekitarku, karena ku pikir, pasti suatu saat nanti, barang ini pasti akan berguna. Ibuku menyebutku tikus yang suka "nyusuh" mengumpulkan barang-barang yang tidak penting ke dalam sarangnya.

{I love this quote. Excerpts from Venetia's diary, which I sometimes watch the NHK world. Basically I do not like direct throw stuff around me, because I thought, surely someday, this stuff would be useful. My mother called me a rat who likes to "nyusuh" collecting things that are not essential to the nest}

Berikut barang-barang yang sayang untuk ku buang :
1. Kawat pembungkus detergen. Untuk kawat ini aku sudah memanfaatkannya untuk merapikan benang dan spull ku. Lihat di sini
2. Kaleng susu bayi. Aku mengumpulkan dari punya keponakanku sendiri dan dari temanku.
3. Viselin atau pelapis/pengeras kain dengan perekat.
4. Kain perca dan potongan kain sisa obras.
5. Sendok detergent.
6. Sendok susu bayi.
7. Gelas/mangkuk es krim.
8. Kertas pola. Selama kursus menjahit aku menggunakan kertas sampul buku berwarna coklat. Sisanya pun tidak ku buang, dan benar, aku bisa menggunakannya lagi untuk melapisi rak dan meja kayu yang di buat dari kayu bekas packingan pula. Lihat di sini.
9. Undangan.
10. Gulungan benang.
11. Gulungan pita. Aku bisa membuat bross dari gulungan pita ini. Lihat di sini

Here are the things i don't waste:
1. Wire wrapping detergents. For this wire I've used it to tidy up my yarn and spull. See here
2.
Cans of baby milk. I have gathered from my nephew and of my friends.

3.
fusible interfacing.

4.
fabric scrap and fabric remnants from overedging sewing machine
.
5.
Detergent spoon
.
6. Baby milk spoon
7. ice cream cup
8.
Paper patterns. During the sewing course I use a brown paper book cover. i didn't throw the rest of the paper and trust me, I could use it again to coat racks and wooden table made from unused wood packingan too. See here.

9. Invitation card
10. Bobbin Thread
11.
Roll of ribbon. I can make Brooch from unused ribbon rolls. See here


Tunggu kreasiku dengan barang-barang bekas ini segera setelah aku menemukan idenya ;)

{just wait my creation with this used goods as soon as i figure out the ideas ;)}


:: REduce REuse REcycle Lover ::


22.11.10

bross merah dan hijau

{Red and green brooch from unused ribbon rolls}

Bross ini terbuat dari roll tempat gulungan pita yang sudah tidak terpakai. Dengan menggunakan pita organdi dan tambahan bunga di tengahnya, jadi deh brossnya ;)













:: REduce REuse REcycle lover ::




24.10.10

Benang dan spull

{one of easy way to tidy up the thread and bobbin}

Ini bukan promosi loh, sekali lagi lagi bukan promosi. Aku cuma ingin memanfaatkan sesuatu yang rasanya “dibuang sayang”. Sudah cukup lama dikumpulin tapi baru sekarang menemukan ide untuk memakainya.Di rumah aku menggunakan detergen bubuk yang kemasannya terbuat dari plastik dimana di bagian depan plastic tersebut ada 2 buah kawat, di kanan dan di kiri, yang fungsinya adalah untuk memudahkan kita dalam melipat kemasan detergen bubuk tersebut.

Nah, kawat tersebut dikeluarkan terlebih dahulu dengan cara menggunting sedikit kemasan tepat di bagian yang ada kawatnya, keluarkan kawatnya. begitu juga dengan sisi yang lain.


Aku suka sekali menjahit (tentu saja..hihi). Benang dan spull adalah salah satu yang terpenting dalam menjahit. Benang dan spull ku tidak cuma satu (tentu saja..hihi), keduanya ada banyak dan berantakan tidak teratur.

Jadi ku menggunakan kawat-kawat tersebut untuk menggabungkan benang dan spull dengan warna yang sama dengan tujuan untuk memudahkan pencarian kalau diperlukan dan ternyata cukup membantuku ;)

Ketika disimpan semuanya (benang dan spull yang sudah diberi kawat) ketika akan mengambil/menariknya dari tempat penyimpanan benang, mungkin harus sedikit berhati-hati, karena kadang-kadang kawatnya akan tersangkut ke benang di sekitarnya. Untuk mengatasinya adalah jangan terlalu rapat meletakkan benang yang satu dengan benang yang lain, beri kelonggaran sedikit.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...